Indonesia Selasa, 15-09-2026 Jam 01:52:36
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

BPBD Barut Lanjutkan Pemadaman Kebakaran Hutan di Wilayah Observasi Yayasan Chanee Kalaweit

by Redaksi - Tanggal 14-09-2026,   jam 01:52:36
BPBD Barut Lanjutkan Pemadaman Kebakaran Hutan di Wilayah Observasi Yayasan Chanee Kalaweit PEMADAMAN LANJUTAN DI WILAYAH OBSERVASI YCK-Tim gabungan BPBD Barito Utara kembali melakukan penanganan lanjutan terhadap kebakaran hutan di wilayah observasi Yayasan Chanee Kalaweit (YCK), tepatnya di Jalan Houling PT PAMA TOP KM 4, Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Minggu (13/9/2026) malam.(kaltengsatu:Dok BPBD Barut)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Tim gabungan kembali melakukan penanganan lanjutan terhadap kebakaran hutan di wilayah observasi Yayasan Chanee Kalaweit (YCK), tepatnya di Jalan Houling PT PAMA TOP KM 4, Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Barito Utara HM Ikhsan melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara Rizali Hadi mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan setelah pihak Chanee Kalaweit melaporkan adanya api yang telah berhasil melewati sekat bakar yang sebelumnya dibuat dengan lebar sekitar enam meter.

 

“Pada Minggu malam sekitar pukul 20.22 WIB, anggota BPBD menerima informasi dari pihak Chanee Kalaweit bahwa api telah menyebrangi sekat bakar yang dibuat. Setelah menerima laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju titik perambatan api,” ujar Rizali Hadi, Senin (14/9/2026) di Muara Teweh.

 

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dengan menggelar beberapa roll selang. Pasokan air dalam penanganan tersebut turut didukung menggunakan water tank milik PT PAMA TOP.

 

Menurut Rizali, setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih tiga jam 30 menit, tim gabungan berhasil mengendalikan api yang telah melewati sekat bakar. “Api yang menyebrangi sekat bakar berhasil dikendalikan. Setelah berkoordinasi dengan pihak Chanee Kalaweit dan perusahaan, tim gabungan memutuskan penanganan dilanjutkan pada pagi hari,” jelasnya.

 

Dalam penanganan tersebut, BPBD Barito Utara bersama Chanee Kalaweit termasuk personel ANUA, PT PAMA TOP termasuk personel Emergency, PT Mitra Barito, serta masyarakat setempat.

 

Sejumlah sarana yang digunakan antara lain satu unit mobil Fire Jeep BPBD, satu unit mobil personel BPBD, dua unit mobil Triton ANUA, dua unit water tank PT PAMA TOP, satu unit water tank PT Mitra Barito, satu unit Triton PT Mitra Barito, satu unit mobil ERC PT PAMA TOP, serta dua unit sepeda motor milik ANUA.

 

Sementara itu, BPBD Barito Utara mengerahkan enam roll selang ukuran 1,5 inci, satu roll selang ukuran 2,5 inci, dua buah nozzle ukuran 1,5 inci, serta satu buah connector Y ukuran 2,5 inci ke 1,5 inci.

 

Rizali menjelaskan, kebakaran yang terjadi merupakan tipe kebakaran permukaan dengan kondisi tanah mineral dan serasah yang cukup tebal. Vegetasi di sekitar lokasi berupa tumpukan pepohonan, dedaunan, serta semak belukar.

 

“Cuaca di lokasi berangin sehingga penanganan harus dilakukan secara intensif dan tetap memperhatikan perkembangan api,” katanya.

 

Untuk luasan hutan yang terdampak, hingga saat ini belum dapat dipastikan karena proses penanganan kebakaran masih berlangsung.(kh3)